Stadion Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami kerusakan parah dan membutuhkan renovasi total agar dapat berfungsi dengan optimal. Lebih dari 60 persen fasilitas stadion rusak, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menyatakan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Yudi Haryanto, Kepala Seksi Pengelolaan Stadion Palaran, menjelaskan bahwa stadion memerlukan perbaikan menyeluruh, termasuk perbaikan atap yang bocor, kerusakan lantai keramik, dan kondisi pagar yang tidak lagi memadai. “Kami sangat membutuhkan anggaran besar untuk renovasi stadion ini. Melihat kondisi kerusakan yang ada, kami memperkirakan anggaran yang dibutuhkan dapat mencapai puluhan miliar rupiah,” jelas Yudi.
Selain perbaikan fasilitas yang ada, renovasi Stadion Palaran juga direncanakan untuk menambah infrastruktur baru yang lebih modern dan nyaman bagi pengunjung serta peserta kegiatan olahraga. Stadion ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Tujuan renovasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas fasilitas olahraga, memberikan ruang bagi pemuda untuk berlatih dan mengembangkan bakat, serta menyediakan tempat yang nyaman untuk acara olahraga berskala nasional. Kami ingin Stadion Palaran menjadi lebih dari sekadar tempat bertanding, tapi juga menjadi ruang yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Yudi.
Dengan rencana renovasi yang matang, Dispora Kaltim berharap stadion ini dapat mengurangi kepadatan kegiatan olahraga di Samarinda. Stadion yang lebih baik dan memiliki kapasitas lebih besar diharapkan dapat memberikan lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berolahraga dan juga menarik lebih banyak pengunjung yang ingin menikmati fasilitas serta acara yang diadakan di stadion tersebut.













